aku dan pacar ku

Selasa, 08 Maret 2011

Kenali Jantung Sebelum Berolah Raga

Beberapa kali kita pernah mendengar kerabat atau sahabat tiba-tiba meninggal saat melakukan olah raga seperti tennis dll. Muncul pertanyaan, mengapa terjadi saat olah raga yang harusnya merupakan aktifitas yang meyehatkan?

Sebelum masuk membahas akitifitas olah raga secara detail, saya akan membahas mengenai jantung dulu.

Jantung adalah organ unik, terletak di tengah/pusat dari tubuh manusia sebagai pompa untuk menyalurkan darah ke seluruh tubuh dari otak hingga ujung jari kaki manusia. Karena sifatnya sebagai pompa, maka jantung memiliki otot sebagai komponen utama. Jantung sendiri juga memerlukan nutrisi dari darah untuk memenuhi energi saat memompa, hal ini dipenuhi dari pembuluh darah yang disebut arteri koroner.

Semakin tua usia seseorang, makin banyak gangguan yang dapat terjadi pada jantung. Gangguan yang sering timbul antara lain,
  1. sumbatan atau penyempitan pembuluh darah koroner karena penumpukan kolesterol di dinding pembuluh darah
  2. penurunan kekuatan pompa jantung akibat penyakit kencing manis, darah tinggi yang lama, atau kerusakan otot jantung pasca serangan jantung.
  3. Serangan jantung yang dapat bersifat fatal akibat sumbatan total mendadak koroner.

Umumnya pada usia muda, gangguan diatas jarang terjadi, namun menginjak usia 40tahun keatas, frekuensi terjadinya hal diatas makin tinggi.

Apa gejala yang timbul pada gangguan jantung?
Gejala yang timbul beragam tergantung apa gangguan yang terjadi. Pada penurunan kekuatan pompa jantung (dalam istiah medis disebut heart failure), gejalanya adalah sesak apabila aktifitas yang lebih berat, sesak membaik dengan istirahat, sesak justru memberat bila posisi tidur/berbaring. Pada kondisi serangan jantung, gejala yang timbul adalah nyeri dada hebat di sisi kiri lebih dari 15 menit, nyeri menjalar ke lengan kiri disertai keringat dingin dan rasa takut yang hebat seperti seolah olah akan meninggal, nyeri berhubungan dengan aktifitas seperti olah raga yang memacu energy secara eksplosif seperti tennis.

Hal diatas dapat dicegah dan dideteksi melalui pemeriksaan oleh dokter. Beberapa pemeriksaan untuk mendeteksi antara lain EKG untuk merekam akitifitas listrik jantung, echocardiografi untuk melihat gerakan jantung, tes treadmill untuk deteksi dini adanya sumbatan koroner hingga ke pemeriksaan canggih seperti MSCT dan yang bersifat invasive seperti kateterisasi jantung

Olah raga apa yang boleh dan tidak boleh berdasar gangguan jantung tersebut?

Setelah mengetahui beberapa kondisi jantung yang sering terjadi, pembahasan berikutnya adalah mengenai olah raga apa yang boleh dan tidak boleh bila memiliki gangguan jantung tersebut.

Saya harap anda jangan salah persepsi dalam membaca artikel ini, karena pada dasarnya, olah raga adalah hal yang sangat dianjurkan pada orang dengan gangguan jantung, namun harus dipilih jenis nya berdasar intensitas, sifat dan frekuensi

Pada orang dengan kondisi jantung yang sehat, usia muda, tidak ada halangan untuk melakukan olah raga apapun, Bahkan hal ini adalah suatu keharusan karena akan melatih jantung untuk bekerja dengan baik, memperbaiki sirkulasi dengan menurunkan kolesterol sehingga tidak menumpuk di dinding pembuluh darah, memperbaiki sensitifitas insulin sehingga memperlambat munculnya penyakit kencing manis serta banyak efek baik lainnya.

Pada orang yang telah memiliki gangguan jantung perlu perubahan pola olah raga. Pada prinsipnya, olah raga yang dianjurkan adalah yang bersifat CRIPE (Continuous, rhythmical, interval, progressive dan endurance) seperti olah raga yang disarankan pada penderita kencing manis. Jenis olah raga ini antara lain renang, jogging/ lari treadmill dengan intensitas sedang. Sedangkan olah raga yang tidak dianjurkan adalah yang bersifat eksplosif seperti tennis, badminton, dan sayangnya juga termasuk angkat berat.

Pertanyaan yang timbul adalah kenapa beberapa olah raga diatas tidak boleh dan justru berbahaya? Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya bahwa jantung adalah organ otot untuk memompa darah. Pada kondisi dimana otot ini sudah lemah (jangan samakan dengan bisep anda yang bisa dilatih untuk menjadi kuat), maka olah raga tersebut memaksa jantung yang sudah lemah ini untuk bekerja melebih kapasitasnya, akibatnya adalah bahwa kebutuhan energy badan saat olah raga tidak dapat dipenuhi oleh kiriman darah dari jantung, sehingga suplai darah ke otak atau paru turun mendadak dan dapat menimbulkan kematian.

Pada orang dengan penyakit jantung koroner dimana telah terjadi penyumbatan dari dinding pembuluh darah, olah raga yang bersifat eksplosif juga berbahaya karena adanya stress mendadak akan mengakibatkan pecahnya tumpukan kolesterol dalam dinding koroner dan mencetuskan reaksi berantai yang berakhir pada sumbatan total aliran darah koroner. Apa yang terjadi bila terjadi sumbatan total? Terjadi kerusakan otot jantung karena tidak ada aliran darah yang memberikan nutrisi pada otot tersebut.

Apa yang dapat dilakukan untuk antisipasi?
Anda tidak perlu menjadi terlalu was-was setelah membaca artikel ini. Perhatian lebih perlu diberikan jika anda memiliki beberapa factor risiko dibawah ini

  1. Penyakit kencing manis
  2. Darah tinggi yang tidak terkontrol
  3. Obesitas
  4. Riwayat penyakit jantung dalam keluarga
  5. MEROKOK
  6. Kolesterol tinggi

Bila terdapat 2 atau lebih factor risiko diatas saya sarankan untuk pemeriksaan jantung untuk mengetahui kondisi jantung anda dan olah raga yang sesuai.

sumber :
Dr. Jeffry Beta T
Residen Departemen Ilmu Penyakit Dalam.. FKUI - RSCM

Tidak ada komentar: