aku dan pacar ku

Kamis, 30 September 2010

wanita aktif berolah raga..kurangi resiko kanker rahim

Perempuan yang rajin berolahraga hingga berkeringat berisiko lebih rendah terjangkit kanker endometrium. Para peneliti di Amerika Serikat (AS), National Cancer Institute, menganalisa 14 penelitian sebelumnya dan menemukan bahwa perempuan dengan aktivitas lebih bisa mengurangi risiko terkena kanker endometrium sebesar 20 hingga 40 persen dibandingkan dengan perempuan yang pasif.

Penelitian tersebut dipublikasikan pada Rabu (29/9) di laman British Journal of Cancer dan penelitian tersebut dibiayai oleh National Cancer Institute.

Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa olahraga dapat mengurangi risiko terkena kanker seperti kanker usus besar, payudara, kerongkongan, dan ginjal. Kelebihan lemak tubuh kadang-kadang menyebabkan tingkat hormon lebih tinggi, yang pada gilirannya, dapat meningkatkan resiko kanker.

"Kami sudah paham bahwa mempertahankan berat badan yang sehat adalah cara penting untuk mengurangi risiko kanker rahim, tetapi penelitian kami menunjukkan bahwa aktivitas fisik memiliki efek perlindungan sendiri," kata ketua penelitian tersebut, Steven Moore, dari Institut Kanker Nasional AS.

Namun demikian, para ahli masih belum tahu persis berapa banyak aktivitas fisik yang dibutuhkan untuk menurunkan risiko tersebut. Satu penelitian menunjukkan lebih dari 20 persen risiko kanker rahim bisa dihindari jika perempuan melakukan olahraga selama sekitar 20 menit sedikitnya lima kali dalam sepekan.

Dalam penelitian terkait, Moore dan rekan juga menpertimbangkan hasil penelitian sebelumnya tentang seberapa banyak waktu yang dihabiskan perempuan untuk duduk.
Mereka menemukan, perempuan yang duduk selama lebih dari sembilan jam sehari memiliki dua kali lipat risiko kanker endometrium dibandingkan dengan wanita yang duduk kurang dari tiga jam sehari.

Di negara maju satu dari empat puluh wanita berisiko terkena kanker rahim. "Ini penelitian baru, perempuan yang aktif kemungkinan kecil terkena kanker rahim dibandingkan dengan perempuan yang lebih sering menghabiskan waktunya untuk duduk" ujar Direktur informasi Kesehatan di Research Cancer UK, Sara Hiom.

Hiom mengatakan, latihan membantu menurunkan kadar estrogen yang berpotensi membahayakan. Menurutnya menjaga tubuh agar terus aktif dan sering berolahraga sehingga kaki terus bergerak dapat membantu mengurangi risiko kanker rahim.

Tidak ada komentar: