aku dan pacar ku

Senin, 06 September 2010

gedung baru Dpr - Mpr

Gedung DPR baru menjadi salah satu rencana yang akan di realisasikan oleh para petinggi negri ini, rencanaya pembangunan gedung baru DPR ini akan dimulai pada oktober ini, sungguh sangat ironis sekali jika memamang gedung baru DPR terebut jadi direalisasikan dengan dana yang cukup fantastis yakni 1.6 T ditengah keterpurukan ekonomi masyarakat Indonesia malah ada wacana yang menurut saya gila, belum kelar masalah bom tabung gas serta masalah kesulitan ekonomi lainya yang melanda negri ini, pembangunan gedung baru DPR dengan dana fantastis serta dengan fasilitas setara hotel bintang lima ini menjadi rencana terburuk menurut saya

Desain Gedung DPR baru

Gedung DPR baru


Belum hilang ingatan kita mengenai usulan dana rumah aspirasi untuk setiap anggota DPR RI yang terhormat meskipun mereka raja bolos serta raja mangkir saat sidang akan tetapi untuk mengusulkan kepentingan mereka sendiri pastinya pada bersemangat, lain halnya jika membahas soal rakyat serta soal urusan perut para pemilihnya mereka terasa ogah-ogahan untuk bersidang,
Berikut ini alasan serta kronologi rencana pembagunan Gedung DPR baru yang di ambil dari website resmi DPR
  1. Didasarkan atas perubahan jumlah anggota dewan yang tiap periode bertambah, serta tidak mencukupinya Gedung Nusantara I untuk dapat menampung aktivitas anggota DPR RI.
  2. Saat ini tiap anggota DPR RI di Gedung Nusantara I menempati ruang seluas ± 32 m2, diisi 1 anggota, 1 sekretaris, dan 2 staf ahli. Kondisi ini dianggap tidak optimal untuk kinerja dewan.
  3. Dalam rangka penataan Kompleks DPR, maka BURT menyusun TOR Grand Design Kawasan DPR RI. Pada Tahun 2008, Setjen DPR RI melakukan Lelang untuk Konsutan Review Masterplan, AMDAL, dan Audit Struktur Gedung Nusantara, yang menghasilkan Blok Plan Kawasan DPR/MPR RI (Oktober 2008).
  4. Pada 2 Februari 2009, PT. Virama Karya (Konsultan Masterplan, AMDAL, dan Audit Struktur) memaparkan Blok Plan Kawasan MPR/DPR RI pada Rapat Konsultasi Pimpinan DPR dengan Pimpinan Fraksi serta Pimpinan BURT. Rapat meminta Konsep Blok Plan disempurnakan.
  5. Pada 18 Mei 2009, diadakan Rapat Dengar Pendapat antara Steering Committee Penataan Ulang dengan IAI, INKINDO dan PT. Yodya Karya memutuskan untuk mengadakan lokakarya dalam rangka mendapatkan masukan-masukan mengenai Komplek Gedung MPR/DPR/DPD RI.
  6. Pada 24-25 Juni 2009 diadakan Lokakarya Penataan Ulang Komplek MPR/DPR/DPD RI dan hasil Penyempurnaan Master Plan telah disampaikan ke BURT.
  7. Dalam rangka penataan Kompleks Kantor DPR RI, maka pada tahun 2008 dilakukan lelang untuk Konsultan Perencana (PT. Yodya Karya) dan Manajemen Konstruksi (PT. Ciria Jasa), dengan hasil pekerjaan adalah konsep disain Gedung Baru dengan dasar perhitungan berdasar kebutuhan dari 540 orang anggota dewan.
  8. Ruang untuk tiap anggota dewan seluas 64 m2, meliputi 1 anggota dewan, 2 staf ahli, dan 1 asisten pribadi.
  9. Hasil konsep perencanaan adalah Konsep Rancangan Gedung Baru 27 lantai termasuk P dan S dan DED untuk pekerjaan pondasi.
  10. Pada tahun 2009, dilakukan penyusunan DED Gedung Baru 27 lantai berupa Desain Upper Structure, plat, kolom, balok, dan Core untuk Lt. 1,2 dan 3.
  11. Luas total bangunan tersebut (27 Lt) ± 120.000 m2.
  12. Pada masa bakti Anggota Dewan periode 2009 -2014, ada keinginan penambahan jumlah staf ahli yang semula 2 menjadi 5, serta penambahan fasilitas berupa ruang rapat kecil, kamar istirahat, KM/WC, dan ruang tamu.
  13. Berdasarkan kebutuhan baru tersebut, perhitungan untuk ruang masing-masing anggota menjadi 7 orang, meliputi 1 anggota dewan, 5 staf ahli, dan 1 asisten pribadi seluas ± 120 m2.
  14. Perhitungan luas total bangunan berubah dari ±120.000 m2 (27 Lt) menjadi ±161.000 m2 (36 lt). Perhitungan ini tidak bertentangan dengan Master Plan yang telah disusun oleh PT. Virama Karya (KDB dan KLB masih memenuhi peraturan DKI)

Yang menjadi pertanyaan apakah merka “Tega” menggunakan fasilitas mewah dengan uang rakyat sementara masih banyak rakyat yang menderita serta mencari makan untuk besok aja masih sangat sulit, entah setan apan yang ada dalam pikiran para pengagas adaya usulan gedung baru DPR ini, sampai tak habis pikir, katanya wakil rakyat kok tidak pernah “melek” dengan penderitaan rakyat, mereka harusnya bertanya apa yang telah mereka perbuat bagi rakyat negeri ini sebelum menuntut fasilitas yang mewah, keja aja ogah kok minta fasilitas mewah,

Berikut ini tanggapan beberapa anggota dpr mengenai rancana pembangunan gedung DPR baru tersebut
Gedung baru DPR beserta fasilitasnya memang tampak cukup wah. Bagaimana tidak, ruangan kerja tiap anggota DPR nantinya berukuran 120 meter persegi, nyaris empat kali lebih luas dibanding ruangan sekarang. Belum lagi jika Ketua DPR, Marzuki Alie tidak memenuhi janjinya untuk membatalkan rencana fasilitas spa.

Fasilitas begitu top yang tentunya menyita uang yang tidak sedikit ini lantas berujung pada sorotan. Bahkan Wakil Ketua DPR, Pramono Anung sendiri menolak rencana ruang kerja yang begitu luas karena dinilai terlalu berlebihan. Senada dengan Pram, pengamat politik dari Universitas Indonesia, Arbi Sanit juga mengemukakan hal serupa.

“Saya pikir tidak masuk akal. Lihat saja kinerja mereka masih seperti itu. Yang gamblang saja lah, persentase kehadiran mereka saat sidang begitu rendah. Apa iya mereka-mereka ini perlu dibuatkan gedung baru dengan fasilitas yang begitu wah pula,” kata Arbi Sanit

“Coba kita bandingkanlah dengan militer di perbatasan misalnya, mereka total bekerja demi bangsa. Alih-alih dapat gedung atau rumah, kesejahteraan mereka saja kurang diperhatikan. Saya tidak melihat satu argumen pun yang masuk akal dari rencana pembangunan gedung itu.”

Namun Arbi sudah terlanjur berkecil hati untuk mengkritik Senayan. Pasalnya dari beberapa kasus yang ada, para anggota DPR sangat jarang mendengar pendapat masyarakat.

“Ah tapi kritik semacam ini kan tidak akan didengar. Beberapa hari lalu Ketua DPR kan sudah bilang, mau dikritik seperti apa pun rencana pembangunan akan jalan terus. Mereka tidak akan mereview kembali. Mereka takkan mendengar. Saya pikir sudah seperti bicara dengan badak.”

Jika memang pembagunan Gedung DPR baru ini jadi direalisaikan dengan fasilitas mewah kolam renang, spa dan lain-lainya mungkin hanya satu kata yang pantas untuk pengagas dan menyetujui hal tersebut adalah mereka udah gak punya otak dan gak punya hati, ditengah penderitaan rakyat

Tidak ada komentar: