aku dan pacar ku

Rabu, 25 Agustus 2010

iga bakar panglima

Setelah sempat gagal pas hunting pertama kali tempat ini karena mereka udah pindah ternyata, hari minggu kesampean juga makan Iga Bakar Panglima di Gandaria. Lokasi Iga Bakar Panglima di Jl. Gandaria Tengah 2 sebrang Apartement Permata Gandaria. Jika dari arah melawai, lokasi warung disebelah kanan.

Kali ini ditemani sahabat-sahabatku, Sandhria, Dewi dan Yanti. As usual, meeting point kembali disepakati Blok M Plasa, jam 11 berangkat dari kost masing-masing. Ternyata perjalanan dari Rasuna dengan Kopaja 66 lebih lama dari yang saya dan san2 (panggilan akrab sandhria) prediksi, akhirnya kami baru sampe Blok M Plasa jam 12.30. Sedangkan ibu-ibu dari selatan (red. Fatmawati) sudah sampe disana sejak jam12. Sebenarnya kami (saya&San2) sengaja datang telat, memberikan ibu-ibu waktu buat belanja-belanja dulu, hehehe..(pembelaan:p)..Tapi bener juga sih, buktinya Dewi sempet beli baju di Sport Station :)

Setelah solat Dzuhur, barulah kami berangkat menuju Iga Bakar Panglima. Rencana awal kita mo naek bajaj dari Blok M Plasa, tapi karena cuaca Jakarta lagi ga bersahabat (mendung agak gerimis, tapi sangat gerah) akhirnya diputuskan menjegat taksi di sebrang Optik Seis, Melawai.

Awalnya, pas melihat nih warung agak kaget juga. Warungnya kecil, cuma ada beberapa meja, numpang diparkiran sebuah salon (tapi kayaknya si salonnya udah ga usaha lagi). Ga seperti yang ku bayangkan, crita orang-orang nih warung iga rame banget. Tapi ga masalah lah, kadang cita rasa enak di jumpai di tempat yang tak terduga :)

Setelah memilih tempat duduk yang agak kedalam, biar terlindung dari panasnya Jakarta dan agak menjauh dari jalan raya, kami memesan Iga dan minuman. Ternyata ga banyak pilihan menu. Mereka sudah mentakar 1 porsi itu berisi 500gram iga (termasuk tulangnya loh..) seharga Rp.50.000. Tinggal kemudian kita milih, mo disajikan dengan bumbu apa; original BBQ sauce ato blackpepper sauce. Bingung juga nih, ga kebayang 500gr iga itu sebanyak apa y?! jadi diputuskan kita pesan 2 porsi, 1 BBQ sauce dan 1 lagi blackpepper sauce. Ceritanya prasmanan, hajar bersama-sama :) Kita juga pesan french fries 3 porsi dan corn 1 porsi (@rp.5000). Plus extra porsi for me, Sausage "Panglima" (@Rp.12000) berisi sosis bakar 2 biji, french fries dan corn. Lumayan buat pelengkap iga bakar :)...Oia, bagi pencinta nasi, maap-maap aja, ga ada menu nasi bos,hehehe...

Iga bakarnya lembut banget, sangat mudah dilepas dari tulang iganya...dibakar dengan sauce pilihan kita tadi plus sepertinya ditambahin saos tomat dan sambal juga. Nothing special klo mengenai rasa..sauce BBQ dan black peppernya juga kurang nendang rasanya, selain karena dipanggang agak gosong..Bukan dagingnya sih yang gosong, tapi saucenya..french fries dan cornnya pun rasanya tak istimewa, disajikan dengan saos tomat&sambal, plus bumbu kentang goreng bubuk rasa "keju"..

Overall lumayan, tapi tak istimewa menurutku...Recommended klo ingin nyicip Iga Bakar tapi jangan berekspektasi lebih :).. Menurut san2 yang udah pernah merasakan Iganya Daeng Tata, ini lebih enak, lebih empuk..

Setiap orang memang punya standar rasa yang berbeda.. Jadi jangan percaya sama saya, coba aja sendiri :)

Tidak ada komentar: